Magister Pendidikan Bahasa Inggris Unismuh

MAGISTER PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

Alumni Magister Pendidikan BahasaInggris Unismuh Makassar PerkenalkanEnglish Alphabet melalui Program SpellingBee di Ban Khlong Rua School, Thailand

Alumni Magister Pendidikan BahasaInggris Unismuh Makassar PerkenalkanEnglish Alphabet melalui Program SpellingBee di Ban Khlong Rua School, Thailand

Krabi, Thailand – Alumni Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Program
Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar, Silva Liani, melaksanakan kegiatan
pengenalan English Alphabet melalui program Spelling Bee sebagai rutinitas tambahan setelah
apel pagi dan salat berjamaah di Ban Khlong Rua School. Kegiatan ini merupakan bagian dari
International Internship Program yang berlangsung pada 21 Mei–21 Juli 2026.

Program tersebut terlaksana melalui kerja sama antara Program Studi Magister
Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Makassar dengan Association of
Education and Culture International. Melalui kerja sama ini, mahasiswa dan alumni
memperoleh kesempatan untuk berkontribusi secara langsung dalam kegiatan pendidikan di
sekolah-sekolah mitra di Thailand Selatan.

Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, Ketua Program Studi Magister
Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Radiah Hamid, mengamanahkan kepada peserta International
Internship Program untuk melakukan observasi terlebih dahulu guna mengidentifikasi
kebutuhan belajar siswa. Langkah ini dilakukan agar metode dan strategi pembelajaran yang
diterapkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta tetap mengedepankan pendekatan
Student-Centered Learning

Pada pekan pertama pelaksanaan program, Silva Liani melakukan observasi,
wawancara, dan pre-test terhadap enam kelas di Ban Khlong Rua School. Hasil kegiatan
tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mampu menyanyikan lagu ABC
dalam Bahasa Inggris dengan baik, namun belum seluruhnya mengenal dan menguasai huruf-huruf alfabet secara individual. Kondisi ini terlihat ketika siswa diminta melakukan spelling terhadap kata sederhana, seperti flower, yang hanya dapat dijawab dengan benar oleh sebagian siswa

Selain itu, hasil observasi juga menunjukkan bahwa penggunaan aksara Latin di
lingkungan sekolah masih sangat terbatas. Berbagai penanda ruangan, seperti nama kelas,
ruang guru, kantor sekolah, dan fasilitas lainnya, umumnya menggunakan aksara Thailand
sehingga kesempatan siswa untuk berinteraksi dengan huruf-huruf Latin dalam kehidupan
sehari-hari menjadi relatif sedikit.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut, salah
satu faktor yang menyebabkan siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenali alfabet
Bahasa Inggris adalah karena pada jenjang pendidikan dasar mereka lebih difokuskan untuk
menguasai sistem tulisan Bahasa Thailand. Dalam proses pembelajaran awal, siswa diarahkan
untuk memahami dan menghafal 44 huruf konsonan serta 16 simbol vokal dasar Bahasa
Thailand sebagai fondasi kemampuan membaca dan menulis. Fokus pembelajaran tersebut
menyebabkan paparan terhadap alfabet Latin masih relatif terbatas sehingga sebagian siswa
memerlukan waktu lebih lama untuk mengenali, membedakan, dan menggunakan huruf-huruf
alfabet Bahasa Inggris dalam kegiatan membaca maupun mengeja kata-kata sederhana.

Menanggapi temuan tersebut, Silva Liani atas arahan Ketua Program Studi kemudian
melakukan diskusi dengan guru Bahasa Inggris dan kepala sekolah untuk merancang program
pembiasaan pengenalan alfabet melalui kegiatan Spelling the Word yang dilaksanakan setiap
pagi setelah apel dan setiap siang setelah salat berjamaah. Program ini dirancang sebagai upaya
untuk meningkatkan interaksi siswa dengan alfabet Bahasa Inggris melalui kegiatan yang
sederhana, menyenangkan, dan dilakukan secara berulang dalam rutinitas sekolah.

Usulan program tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Sekolah, Ms.
Supranee. Sejak awal penerimaan peserta International Internship Program, beliau
menekankan pentingnya penguasaan alfabet Bahasa Inggris sebagai fondasi keterampilan
membaca dan berbicara siswa. “Please help the students speak English correctly and
confidently, and organize various activities to enhance their speaking skills,” ujar Ms. Supranee
saat menyambut peserta International Internship Program pada 21 Mei 2026.

Sebagai implementasi program, kegiatan Spelling Bee diawali dengan pengenalan dan
pengejaan nama-nama benda yang terdapat di dalam kelas. Melalui aktivitas ini, siswa
dibimbing untuk mengenali huruf-huruf alfabet, memahami susunan huruf dalam suatu kata,
serta meningkatkan kepercayaan diri dalam mengucapkan kosakata Bahasa Inggris. Kegiatan
dilaksanakan secara interaktif dengan melibatkan seluruh siswa sehingga mereka dapat belajar
sambil bermain dalam suasana yang menyenangkan.

Program Spelling Bee mulai dilaksanakan secara rutin sejak pekan kedua pelaksanaan
International Internship Program dan berjalan dengan baik berkat dukungan berbagai pihak.
Salah satu pendukung utama kegiatan ini adalah guru Bahasa Inggris, Ms. Thayasinee
Rodkliang, yang berperan sebagai interpreter sekaligus pendamping selama pelaksanaan
kegiatan. Kehadiran beliau membantu memperlancar komunikasi antara peserta program dan
siswa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.

Melalui program pembiasaan Spelling Bee ini, diharapkan siswa Ban Khlong Rua
School dapat memiliki fondasi yang lebih kuat dalam mengenal alfabet Bahasa Inggris
sehingga kemampuan membaca, mengeja, dan berbicara mereka dapat berkembang secara
bertahap dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata alumni
Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Makassar dalam mendukung
peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat internasional serta memperkuat
kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Thailand.